Infeksi HPV dapat dicegah salah satunya melalui vaksinasi. Vaksin HPV dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe Human Papillomavirus yang memiliki risiko menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk kanker serviks. Selain kanker serviks, infeksi HPV juga dapat berkaitan dengan beberapa jenis kanker dan penyakit lainnya, sehingga vaksinasi menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan sejak dini. Meski manfaat vaksin HPV sudah banyak diketahui, masih banyak yang ragu untuk mendapatkannya atau belum mengetahui apakah vaksin HPV termasuk vaksin yang wajib atau tidak untuk diberikan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui anjuran pemberian vaksin HPV agar Mom dapat memahami manfaatnya dan mempertimbangkan pemberian vaksin sesuai kebutuhan.
Baca juga: Vaksin HPV untuk Apa? Ini Manfaat dan Biaya Vaksin HPV
Vaksin HPV apakah wajib diberikan?
Vaksin HPV termasuk dalam imunisasi yang direkomendasikan untuk membantu mencegah infeksi HPV. Di Indonesia, vaksin HPV juga termasuk dalam program imunisasi nasional untuk kelompok usia tertentu. Pemberian vaksin HPV dalam program imunisasi bertujuan terutama untuk mencegah kanker serviks yang berkaitan dengan infeksi HPV. Vaksin dapat diberikan sebelum seseorang terpapar HPV sehingga perlindungan yang diperoleh dapat lebih optimal.
Apa manfaat vaksin HPV?
Vaksin HPV tidak hanya diberikan untuk membantu menurunkan risiko terkena infeksi Human Papillomavirus (HPV), tetapi juga berperan dalam mencegah penyakit yang dapat muncul akibat infeksi beberapa tipe HPV berisiko. Perlindungan dari vaksin akan lebih optimal ketika diberikan sesuai anjuran usia dan jadwal vaksinasi. Beberapa manfaat vaksin HPV yang perlu Mom ketahui meliputi:
1. Membantu mencegah kanker serviks
Infeksi HPV tertentu merupakan salah satu penyebab utama kanker serviks. Vaksin HPV membantu memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang berisiko menyebabkan kanker serviks. Pemberian vaksin sejak usia yang direkomendasikan menjadi bagian dari langkah pencegahan kanker serviks yang dapat dilakukan sejak dini.
2. Membantu mencegah penyakit akibat infeksi HPV
Selain kanker serviks, beberapa tipe HPV juga dapat menyebabkan kanker pada bagian tubuh lainnya, seperti anus, penis, vulva, vagina, serta area tenggorokan. HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin. Vaksin HPV membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit yang berkaitan dengan tipe HPV yang terdapat dalam vaksin.
3. Memberikan perlindungan sebelum terpapar HPV
Vaksin bekerja paling optimal ketika diberikan sebelum seseorang terpapar HPV. Oleh karena itu, vaksin HPV direkomendasikan diberikan pada usia yang lebih muda, sebelum seseorang berisiko mengalami paparan virus tersebut. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa vaksin HPV diberikan pada anak dan remaja sesuai jadwal imunisasi yang direkomendasikan.
Kapan vaksin HPV diberikan?
Jadwal pemberian vaksin HPV dapat berbeda berdasarkan usia saat vaksin pertama kali diberikan dan kondisi penerima vaksin. Pada anak, vaksin HPV umumnya diberikan pada usia sekolah sesuai program imunisasi nasional. Di Indonesia, imunisasi HPV termasuk dalam program imunisasi rutin untuk anak perempuan pada kelas 5 dan kelas 6 sekolah dasar atau sederajat. Pemberian dalam program pemerintah dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sementara itu, untuk anak atau orang yang belum mendapatkan vaksin sesuai jadwal, kebutuhan dan jumlah dosis dapat berbeda. Oleh karena itu, Mom sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jadwal vaksin HPV yang sesuai.
Apakah vaksin HPV hanya untuk perempuan?
Vaksin HPV tidak hanya bermanfaat bagi perempuan. Infeksi HPV juga dapat terjadi pada laki-laki dan dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk kutil kelamin serta beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, vaksin HPV juga dapat diberikan kepada laki-laki sesuai rekomendasi usia dan kondisi masing-masing. Pemberian vaksin kepada laki-laki juga dapat membantu mengurangi penyebaran HPV serta memberikan perlindungan terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi virus tersebut.
Apakah vaksin HPV aman?
Vaksin HPV telah digunakan secara luas untuk membantu mencegah infeksi HPV. Seperti vaksin lainnya, setelah mendapatkan vaksin HPV seseorang dapat mengalami efek samping ringan, seperti nyeri, kemerahan atau bengkak di area suntikan, demam ringan, sakit kepala, atau merasa lelah. Efek samping tersebut umumnya bersifat sementara. Setelah vaksinasi, penerima vaksin biasanya dianjurkan tetap berada di tempat pelayanan kesehatan selama beberapa waktu untuk memastikan tidak terjadi reaksi yang membutuhkan penanganan.
Vaksin HPV menjadi langkah penting dalam pencegahan
Perlindungan terhadap HPV akan lebih berarti ketika diberikan sebelum seseorang mengalami paparan virus. Hal ini menjadi salah satu alasan vaksin HPV dianjurkan pada kelompok usia tertentu, terutama ketika vaksin dapat memberikan perlindungan sebelum risiko terjadinya infeksi meningkat. Meski tidak dapat mencegah seluruh jenis HPV, vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko penyakit yang berkaitan dengan tipe HPV yang ditargetkan oleh vaksin. Mom dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah si Kecil sudah mendapatkan vaksin HPV sesuai jadwal, terutama apabila sebelumnya belum mendapatkan imunisasi tersebut. Di KS Women and Children Clinic, Mom dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi mengenai vaksin HPV, jadwal pemberian, serta vaksinasi yang sesuai dengan usia dan kondisi si Kecil.









0 Comments