Menerima hasil lab dengan nilai yang berada di luar batas normal tentunya bisa membuat Mom & Dad khawatir. Namun, hanya membaca hasil lab dan berasumsi sendiri tanpa arahan dari dokter dapat menimbulkan kecemasan yang tidak berarti. Hasil lab dengan nilai yang tinggi atau rendah belum tentu menunjukkan adanya penyakit atau kondisi yang serius. Lalu, apa yang harus dilakukan saat hasil lab tidak normal dan kapan kondisi tersebut perlu segera diperiksakan ke dokter? Simak penjelasannya berikut ini.
Baca juga: Hasil Lab Normal Bukan Berarti Selalu Sehat, Ini Alasannya
Apa arti hasil lab tidak normal?
Hasil lab tidak normal berarti terdapat satu atau lebih nilai pemeriksaan yang berada di luar rentang nilai rujukan yang tercantum pada hasil laboratorium. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami penyakit tertentu. Nilai lab perlu dipahami berdasarkan kondisi kesehatan secara keseluruhan, bukan hanya dari angka yang ditandai tinggi atau rendah.
Setiap laboratorium dapat menggunakan metode pemeriksaan dan rentang nilai rujukan yang berbeda. Selain itu, sebagian orang yang sehat memang dapat memiliki nilai pemeriksaan yang secara konsisten berada di batas atas atau bawah rentang tersebut.
Perubahan nilai lab juga dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti:
- infeksi yang baru dialami;
- obat atau suplemen tertentu;
- kurang minum atau dehidrasi;
- kondisi tubuh saat berpuasa sebelum pemeriksaan;
- stres;
- usia dan jenis kelamin; serta
- perbedaan metode atau prosedur pemeriksaan di laboratorium.
Satu hasil lab yang berada di luar batas normal tidak dapat langsung digunakan untuk menentukan diagnosis. Dokter biasanya akan melihat hasil tersebut bersama keluhan yang dirasakan, riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, hasil pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan lain bila diperlukan. Dengan memahami konteks tersebut, hasil lab yang tidak normal dapat dinilai secara lebih tepat dan tidak langsung menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan.
Jangan langsung panik saat hasil lab tidak normal
Setelah menerima hasil pemeriksaan, Mom & Dad dapat mulai mencermati seluruh informasi yang tercantum pada lembar hasil lab. Tidak hanya melihat angka yang ditandai tinggi atau rendah, tetapi juga memperhatikan nama pemeriksaan, nilai rujukan, serta keterangan lain yang diberikan oleh laboratorium.
Beberapa hal yang dapat dilakukan setelah menerima hasil lab antara lain:
- Perhatikan parameter yang berada di luar nilai rujukan. Lihat pemeriksaan mana yang menunjukkan hasil tinggi atau rendah, kemudian perhatikan seberapa jauh nilainya dari rentang rujukan yang tercantum pada hasil lab.
- Hindari mengambil kesimpulan dari satu angka. Nilai yang berada di luar batas rujukan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, hasil tersebut perlu dilihat bersama gejala, riwayat kesehatan, obat yang sedang dikonsumsi, serta hasil pemeriksaan lainnya.
- Ingat kembali persiapan sebelum pemeriksaan. Beberapa tes laboratorium membutuhkan persiapan tertentu, seperti puasa dalam waktu yang ditentukan atau menghindari aktivitas tertentu. Kondisi sebelum pemeriksaan dapat mempengaruhi hasil pada beberapa jenis tes.
- Perhatikan kondisi tubuh saat pemeriksaan. Infeksi yang baru dialami, kurang minum, stres, konsumsi obat tertentu, hingga kondisi tubuh saat pemeriksaan dapat mempengaruhi beberapa nilai laboratorium.
Jika hasil lab menunjukkan perubahan yang cukup signifikan, terutama bila disertai keluhan seperti mudah lelah, demam, nyeri, perubahan berat badan, atau keluhan lain yang menetap, sebaiknya konsultasikan hasilnya kepada dokter. Dokter dapat menilai apakah perubahan tersebut berkaitan dengan kondisi tertentu dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.
Periksa kembali jenis pemeriksaan dan nilai rujukannya
Setiap pemeriksaan laboratorium memiliki fungsi dan nilai rujukan yang berbeda. Pemeriksaan darah, urine, fungsi hati, fungsi ginjal, gula darah, hormon, hingga pemeriksaan terkait kesuburan memiliki parameter yang tidak sama. Oleh karena itu, perhatikan nama pemeriksaan, hasil yang diperoleh, satuan, serta rentang nilai rujukan yang tercantum pada lembar hasil. Jangan membandingkan hasil lab dengan milik orang lain karena kondisi setiap orang berbeda. Hasil pemeriksaan juga dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga dokter mungkin perlu melihat hasil pemeriksaan sebelumnya untuk mengetahui apakah terdapat perubahan tertentu.
Apa yang harus dilakukan setelah hasil lab tidak normal?
Setelah mengetahui ada hasil pemeriksaan yang berada di luar nilai rujukan, langkah berikutnya adalah berkonsultasi dengan dokter. Bawa lembar hasil laboratorium secara lengkap agar dokter dapat menilai hasil tersebut bersama dengan kondisi kesehatan dan keluhan yang dialami. Dokter akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti riwayat kesehatan, obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi, pola makan, keluhan yang dirasakan, serta hasil pemeriksaan fisik.
Hasil lab akan lebih mudah dipahami ketika setiap angka dilihat sesuai konteks kondisi tubuh dan tujuan pemeriksaannya. Oleh karena itu, jangan hanya berfokus pada nilai yang ditandai tinggi atau rendah, tetapi pertimbangkan juga keluhan, riwayat kesehatan, serta hasil pemeriksaan lain yang berkaitan.
Bila Mom & Dad membutuhkan bantuan untuk memahami hasil pemeriksaan, konsultasi dengan dokter di KS Women and Children Clinic dapat menjadi langkah selanjutnya. KS juga dilengkapi fasilitas Laboratorium untuk mendukung berbagai kebutuhan pemeriksaan kesehatan, sehingga hasil lab dapat dievaluasi bersama dokter dan langkah berikutnya dapat disesuaikan berdasarkan kondisi masing-masing.
Sumber Referensi:
Harvard Health Publishing. What to Do When Blood Test Results Are Not Quite “Normal”.
Ubie. Abnormal Lab Results but Feeling Fine: 5 Common Reasons.









0 Comments