Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Mengejan Agar Persalinan Lancar dan Minim Trauma

hal yang tidak boleh dilakukan saat mengejan

 

Salah satu tahap krusial dalam persalinan adalah saat mengejan, yaitu fase ketika ibu membantu mendorong bayi keluar melalui jalan lahir. Meski terlihat sederhana, teknik mengejan tidak boleh dilakukan sembarangan. Cara yang kurang tepat dapat membuat proses persalinan berlangsung lebih lama, meningkatkan risiko kelelahan, hingga memicu robekan pada perineum. Sebaliknya, dengan teknik yang benar dan terarah, proses persalinan dapat berjalan lebih efektif, aman, dan minim komplikasi. Oleh karena itu, penting bagi Mommils untuk memahami apa saja hal yang perlu dihindari saat mengejan. Untuk membantu mempersiapkan persalinan yang lebih optimal, simak 10 hal yang tidak boleh dilakukan saat mengejan dalam artikel berikut ini.

Artikel lainnya : Cara Mengejan yang Benar Saat Melahirkan untuk Mencegah Robekan Jalan Lahir

1. Mengejan sebelum pembukaan lengkap 

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengejan sebelum pembukaan serviks benar-benar lengkap. Dorongan untuk mengejan memang bisa muncul saat kontraksi semakin kuat, namun sebaiknya hal ini hanya dilakukan ketika pembukaan sudah mencapai 10 cm. Mengejan terlalu dini justru dapat mengganggu proses persalinan.

Tekanan yang terjadi sebelum waktunya bisa menyebabkan pembengkakan serviks, sehingga pembukaan menjadi terhambat dan persalinan berlangsung lebih lama. Selain itu, risiko robekan pada jalan lahir atau perineum juga meningkat. Oleh karena itu, penting untuk menunggu instruksi dari dokter atau bidan untuk mengejan agar proses persalinan berjalan lebih aman dan optimal.

2. Mengejan saat sedang tidak kontraksi

Kontraksi merupakan momen paling efektif bagi tubuh untuk membantu mendorong bayi keluar. Pada saat ini, rahim sedang bekerja secara aktif sehingga tenaga yang dikeluarkan saat mengejan menjadi lebih optimal. Sebaliknya, mengejan di luar kontraksi cenderung kurang efektif karena rahim tidak sedang berkontraksi. Hal ini dapat membuat tenaga cepat terkuras dan meningkatkan rasa lelah. Penting untuk mengikuti ritme kontraksi serta arahan dokter atau bidan agar proses mengejan berjalan lebih efisien dan terarah.

3. Berhenti mengejan di tengah kontraksi atau menahan untuk mengejan

Saat kontraksi datang dan mulai mengejan, dorongan sebaiknya dilakukan secara konsisten. Menghentikan mengejan di tengah kontraksi dapat menghambat pergerakan bayi yang sedang turun melalui jalan lahir. Pahami bahwa kunci utama teknik mengejan adalah menjaga dorongan tetap selaras dengan kontraksi agar tenaga yang dikeluarkan benar-benar efektif dan membantu bayi turun dengan optimal.

4. Mengejan tanpa menunggu instruksi dokter atau bidan 

Mengejan tanpa arahan yang tepat dapat membuat dorongan menjadi kurang efektif. Dalam praktiknya, dokter dan bidan akan menentukan waktu terbaik untuk mengejan berdasarkan pembukaan serviks, kekuatan kontraksi, serta posisi bayi. Jika dilakukan terlalu cepat atau tidak terarah, risiko seperti pembengkakan serviks, kelelahan, hingga cedera pada ibu dapat meningkat. Oleh karena itu, mengikuti instruksi dokter atau bidan menjadi kunci agar proses mengejan lebih aman, terarah, dan optimal.

5. Mengangkat pinggang atau bokong saat mengejan

Mengangkat pinggang atau bokong saat mengejan sering terjadi tanpa disadari, terutama saat ibu berusaha memberikan dorongan lebih kuat. Padahal, kebiasaan ini dapat mempersempit ruang panggul dan membuat arah tekanan menjadi tidak tepat, sehingga pergerakan bayi terhambat. Selain itu, posisi ini juga dapat meningkatkan risiko robekan pada jalan lahir. Sebaiknya, pertahankan posisi bokong tetap menempel di tempat tidur dengan tubuh sedikit condong ke depan agar dorongan lebih terarah dan panggul terbuka optimal.

6. Menutup mata saat mengejan

Menutup mata saat mengejan memang sering terjadi sebagai respons terhadap rasa nyeri. Namun, kebiasaan ini dapat membuat arah dorongan menjadi kurang optimal karena tenaga cenderung tertahan atau justru mengarah ke area kepala dan wajah, bukan ke jalan lahir. Akibatnya, tekanan di area kepala bisa meningkat dan berisiko menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di sekitar mata, sehingga mata tampak merah setelah persalinan (perdarahan subkonjungtiva). Sebaiknya, usahakan mata tetap terbuka dan fokuskan pandangan ke arah perut saat mengejan agar dorongan lebih terarah dan efektif.

7. Menahan napas terlalu lama saat mengejan atau teknik napas yang tidak tepat saat mengejan

Teknik pernapasan memiliki peran penting saat mengejan. Menahan napas terlalu lama dapat mengurangi suplai oksigen ke tubuh ibu dan bayi, serta membuat ibu lebih cepat lelah. Sebaliknya, napas yang terlalu cepat dan tidak terkontrol juga membuat dorongan menjadi kurang efektif. Gunakan teknik napas yang teratur, tarik napas dalam, lalu dorong sambil mengarahkan tenaga ke bawah secara stabil.

8. Berteriak saat mengejan 

Berteriak saat mengejan sering terjadi sebagai respons alami terhadap rasa nyeri. Namun, hal ini justru dapat menguras tenaga yang seharusnya digunakan untuk mendorong bayi keluar. Selain itu, berteriak membuat fokus dan pernapasan menjadi tidak terkontrol. Mengalihkan tenaga ke teknik pernapasan dan dorongan yang tepat akan jauh lebih membantu mempercepat proses persalinan.

9. Mengejan dengan otot wajah bukan otot perut 

Kesalahan lainnya adalah mengejan dengan mengandalkan otot wajah, seperti mengerutkan dahi atau mengatupkan rahang dengan kuat. Ini menandakan bahwa tenaga tidak diarahkan ke area yang seharusnya. Mengejan yang efektif seharusnya menggunakan otot perut dan panggul, seolah-olah mendorong ke arah bawah. Jika tenaga lebih banyak tertahan di wajah, hasilnya dorongan menjadi kurang maksimal dan ibu bisa cepat kelelahan.

10. Mengejan dengan posisi yang tidak tepat 

Posisi tubuh saat mengejan sangat memengaruhi kelancaran persalinan. Posisi yang kurang tepat, seperti berbaring terlalu datar, dapat membuat dorongan menjadi tidak efektif dan memperlambat proses keluarnya bayi. Sebaliknya, posisi seperti setengah duduk atau miring dapat membantu membuka panggul lebih optimal dan memanfaatkan gravitasi. Sebaiknya, Mommils selalu mengikuti arahan dokter dan bidan untuk menentukan posisi mengejan yang aman dan nyaman agar proses persalinan berjalan efektif. 

Penutup

Memahami hal apa saja yang tidak boleh dilakukan saat mengejan merupakan langkah penting untuk membantu proses persalinan berjalan lebih lancar dan minim risiko. Teknik yang tepat tidak hanya membuat tenaga lebih efektif, tetapi juga membantu mengurangi kemungkinan trauma pada ibu maupun bayi.

Agar persiapan persalinan semakin optimal, Mommils disarankan untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter obgyn. Melalui konsultasi, Mommils bisa mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi kehamilan sekaligus merencanakan proses persalinan yang aman dan nyaman.

Jika Mommils sedang mempersiapkan persalinan normal, KS Women and Children Clinic siap mendampingi dengan tim tenaga medis profesional dan fasilitas yang mendukung. Jadwalkan konsultasi sejak dini agar proses persalinan dapat berlangsung lebih terarah, tenang, dan penuh rasa percaya diri.

Penulis

sribulogin

Tanggal

06/08/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

06/08/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares