Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

7 Alasan Kenapa Ibu Menyusui Sering Lapar dan Cara Mengatasinya

kenapa ibu menyusui sering lapar

 

Selama masa menyusui, sebagian ibu mengalami peningkatan nafsu makan yang cukup signifikan. Rasa lapar dapat muncul lebih sering, bahkan beberapa saat setelah makan. Sehingga kerap menimbulkan ketidaknyamanan maupun kekhawatiran. Kondisi ini pada dasarnya merupakan respons alami tubuh. Proses produksi ASI membutuhkan tambahan energi dan nutrisi, sehingga tubuh mendorong peningkatan asupan makanan. Selain itu, perubahan hormon dan pola makan juga berperan dalam memengaruhi frekuensi rasa lapar pada ibu menyusui. Untuk memahami kondisi ini secara lebih detail dan jelas, berikut tujuh alasan kenapa ibu menyusui sering merasa lapar beserta cara mengatasinya.

Artikel lainnya : Olahraga yang Aman untuk Ibu Menyusui: Tips agar Tetap Fit Tanpa Mengganggu Produksi ASI

1. Tubuh membutuhkan kalori ekstra untuk produksi ASI

Alasan utama ibu menyusui sering merasa lapar adalah meningkatnya kebutuhan kalori. Proses produksi ASI memerlukan energi yang cukup besar, sehingga ibu menyusui membutuhkan tambahan sekitar 300–500 kalori per hari dibandingkan sebelum masa menyusui.

Sebagai respons, tubuh secara alami mengirimkan sinyal lapar untuk memastikan asupan energi tercukupi, sehingga kualitas dan kuantitas ASI tetap terjaga.

2. Hormon prolaktin meningkatkan nafsu makan

Saat menyusui, tubuh memproduksi hormon prolaktin dalam jumlah tinggi. Hormon inilah yang berperan merangsang produksi ASI. Namun di sisi lain, prolaktin juga diketahui dapat meningkatkan nafsu makan. 

Inilah mengapa banyak ibu menyusui sering  merasa lebih lapar dari biasanya. Terutama di awal masa menyusui ketika produksi ASI sedang dalam puncaknya. Kondisi ini adalah respons alami tubuh dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

3. Dehidrasi yang sering disalahartikan sebagai lapar

Menyusui menyebabkan tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar. Kurang minum air putih dapat menyebabkan dehidrasi ringan, yang gejalanya sering mirip dengan rasa lapar. Banyak ibu menyusui yang mengira sedang lapar, padahal sebenarnya tubuh sedang membutuhkan cairan. Pastikan Momsui minum setidaknya 8–12 gelas air per hari untuk menjaga hidrasi tubuh sekaligus mendukung produksi ASI yang optimal.

4. Metabolisme tubuh yang meningkat

Proses menyusui membuat metabolisme tubuh bekerja lebih keras. Tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mengubah nutrisi dari makanan menjadi ASI yang bergizi. Peningkatan metabolisme ini menyebabkan cadangan energi tubuh lebih cepat terkuras, sehingga rasa lapar datang lebih sering. 

Kondisi ini sebenarnya menguntungkan bagi busui yang ingin menurunkan berat badan pasca melahirkan, asalkan tetap memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang.

5. Kurang tidur memicu rasa lapar

Ibu menyusui sering harus bangun tengah malam untuk menyusui bayi, sehingga jam tidur berkurang drastis. Kurang tidur terbukti meningkatkan kadar hormon ghrelin (hormon lapar) dan menurunkan hormon leptin (hormon kenyang). 

Akibatnya, nafsu makan meningkat dan ibu menyusui menjadi lebih sering merasa lapar, terutama saat tubuh sedang lelah, bahkan cenderung menginginkan makanan tinggi gula dan lemak.

6. Stres dan kelelahan emosional

Masa menyusui kerap disertai stres dan tekanan emosional, terutama pada ibu baru. Kondisi ini memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan sebagai respons alami tubuh.

Selain itu, makan sering kali menjadi cara tidak disadari untuk meredakan rasa cemas atau lelah. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui untuk mengenali perbedaan antara lapar fisik dan lapar emosional, serta mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat.

7. Pola makan yang tidak teratur

Kesibukan mengurus bayi sering membuat ibu menyusui lupa atau tidak sempat makan dengan teratur. Melewatkan jam makan atau makan dalam porsi terlalu sedikit membuat tubuh kekurangan energi dan memicu rasa lapar berlebihan di waktu berikutnya.

Pola makan yang tidak teratur juga menyebabkan gula darah tidak stabil, sehingga rasa lapar datang lebih cepat dan lebih intens dari biasanya.

Cara mengatasi rasa lapar berlebih pada ibu menyusui

Setelah memahami berbagai penyebabnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan rasa lapar secara lebih sehat dan terarah:

  • Atur pola makan dengan menu bergizi seimbang. Misalnya menu makan yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat. Pilih menu makan dengan perpaduan dari nasi merah, telur, ikan, kacang-kacangan, alpukat, dan sayuran hijau agar energi tetap stabil dan rasa kenyang bertahan lebih lama.
  • Makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Pola makan 5–6 kali sehari dalam porsi lebih kecil dapat membantu rasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
  • Cukupi kebutuhan cairan. Pastikan asupan air putih mencukupi, terutama sebelum dan sesudah menyusui.
  • Siapkan camilan sehat di dekat tempat menyusui. Misalnya buah potong, yogurt, kacang almond, atau biskuit gandum dapat menjadi pilihan praktis dan tetap bergizi.
  • Istirahat yang cukup bila memungkinkan. Manfaatkan waktu tidur bayi untuk beristirahat guna membantu menyeimbangkan hormon lapar dan kenyang dalam tubuh.

Penutup

Rasa lapar saat menyusui adalah tanda bahwa tubuh sedang bekerja luar biasa untuk si kecil. Dengan memahami penyebab kenapa ibu menyusui sering lapar dan memenuhi kebutuhan nutrisi dengan tepat, Momsui bisa menjaga stamina sekaligus memastikan produksi ASI tetap optimal.

Jika Momsui masih khawatir dengan pola makan, kecukupan nutrisi, atau kualitas ASI, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter atau konselor laktasi. KS Women and Children Clinic siap membantu menemukan solusi terbaik untuk perjalanan menyusui yang lebih nyaman dan optimal.

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

05/05/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

05/05/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares