Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Apa Itu Menopause Dini? Kenali Ciri-Ciri dan Penyebabnya

apa itu menopause dini

 

Menopause adalah fase alami pada siklus kehidupan wanita yang ditandai dengan berakhirnya menstruasi secara permanen. Umumnya, menopause terjadi pada wanita usia 45–55 tahun. Namun, pada sebagian wanita, perubahan ini dapat muncul lebih cepat sebelum memasuki usia tersebut, kondisi ini biasa disebut menopause dini.

Menopause dini tidak hanya ditandai dengan menstruasi yang mulai tidak teratur atau berhenti secara total. Perubahan hormon yang menyertainya juga dapat menimbulkan berbagai keluhan. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk mengenali ciri-ciri menopause dini serta memahami faktor yang dapat menyebabkannya, sehingga perubahan pada tubuh dapat dikenali lebih awal dan Moms dapat mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan dokter. 

Baca juga: Tahap Menopause dan Gejalanya: Kenali Setiap Fasenya 

Apa itu menopause dini?

Menopause dini adalah kondisi ketika seorang wanita mengalami menopause sebelum memasuki usia 45 tahun. Sementara itu, menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun disebut menopause prematur dan dapat berkaitan dengan kondisi primary ovarian insufficiency (POI) atau insufisiensi ovarium primer. Menopause dini dapat terjadi secara alami, tetapi pada beberapa wanita, kondisi tertentu dapat membuat menopause datang lebih cepat.

Menopause dini dapat dialami oleh wanita pada usia yang relatif muda, meskipun kejadiannya tidak sama pada setiap kelompok usia. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 juga menunjukkan adanya kejadian menopause pada usia 30–34 tahun tercatat sekitar 11,4%, sedangkan pada kelompok usia 35–39 tahun angkanya mencapai 13,6%.

Data tersebut menunjukkan bahwa menopause dapat terjadi sebelum usia yang umumnya diharapkan. Meski demikian, angka kejadian dan faktor yang berkaitan dengan menopause dini dapat berbeda berdasarkan karakteristik dan kondisi masing-masing wanita. 

Ciri-ciri menopause dini yang perlu dikenali

Gejala menopause dini dapat berbeda pada setiap wanita, tergantung pada perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh. Ada yang pertama kali menyadari perubahan dari siklus menstruasi, sementara sebagian lainnya mengalami keluhan fisik maupun perubahan emosional. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain: 

  • Sensasi panas dan berkeringat di malam hari 
  • Vagina terasa lebih kering dan tidak nyaman saat berhubungan seks 
  • Sering merasa ingin buang air kecil 
  • Mengalami ISK (Infeksi Saluran Kemih)
  • Susah tidur 
  • Mengalami mood swing atau perubahan suasana hati yang tidak menentu 
  • Terasa kering pada kulit, mata dan mulut 
  • Penurunan libido atau hasrat seksual 
  • Lebih sulit berkonsentrasi 
  • Berat badan bertambah atau turun secara tiba-tiba

Keluhan tersebut dapat muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap wanita. Oleh karena itu, perubahan pada menstruasi yang disertai beberapa gejala di atas, terutama bila terjadi sebelum usia 45 tahun, sebaiknya tidak diabaikan. 

Apa penyebab menopause dini?

Menopause dini terjadi ketika kadar estrogen menurun akibat fungsi ovarium yang mulai berkurang. Ada beberapa kondisi dan faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya menopause dini. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kondisi kesehatan, faktor genetik, maupun tindakan medis yang dapat memengaruhi fungsi ovarium.:

  • Riwayat keturunan dari keluarga, terutama apabila ibu atau anggota keluarga mengalami menopause pada usia yang relatif muda.
  • Kelainan genetik tertentu yang dapat memengaruhi fungsi ovarium.
  • Penyakit autoimun yang dapat memengaruhi ovarium atau berkaitan dengan gangguan hormon tertentu.
  • Kemoterapi atau radioterapi, terutama pengobatan yang dapat memengaruhi fungsi ovarium.
  • Operasi pengangkatan ovarium, yang dapat menyebabkan kadar hormon ovarium turun secara signifikan.
  • Kebiasaan merokok, yang berkaitan dengan menopause yang terjadi lebih awal.
  • Mengalami menstruasi pertama kali di usia yang lebih awal (sebelum usia 11 tahun).

Berbagai faktor tersebut dapat memengaruhi fungsi ovarium dan membuat menopause terjadi lebih cepat. Namun, memiliki salah satu faktor risiko tidak selalu berarti seseorang pasti mengalami menopause dini. Oleh karena itu, apabila menstruasi mulai berubah atau muncul gejala menopause pada usia yang lebih muda, pemeriksaan ke dokter dapat membantu mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Apakah Menopause Dini Memengaruhi Kesuburan?

Menopause dini dapat memengaruhi kesuburan karena fungsi ovarium dan pelepasan sel telur mengalami penurunan. Pada POI, fungsi ovarium tidak selalu berhenti sepenuhnya sehingga ovulasi masih dapat terjadi pada sebagian kasus. Namun, peluang untuk hamil secara alami dapat menurun.

Selain berkaitan dengan kesuburan, kadar estrogen yang rendah dalam waktu lebih lama juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu, termasuk pengeroposan tulang dan penyakit kardiovaskular.

Kapan perlu berkonsultasi dengan dokter?

Mom sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami menstruasi yang tidak teratur atau berhenti, terutama ketika usia masih di bawah 45 tahun. Pemeriksaan penting dilakukan karena perubahan siklus menstruasi dapat disebabkan oleh banyak kondisi dan tidak selalu berarti menopause dini.

Dokter dapat mengevaluasi gejala, riwayat menstruasi, riwayat kesehatan, serta faktor lain yang berkaitan. Pada wanita yang mengalami gejala menopause di usia lebih muda, dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan darah atau pemeriksaan lain sesuai kondisi.

Menopause dini bukan hanya perubahan pada siklus menstruasi. Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan hormon, kesuburan, kesehatan tulang, dan kesehatan jantung. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis Obgyn di KS Women and Children Clinic. Dokter dapat membantu mengevaluasi kondisi dan menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan Moms.

Sumber Referensi
Cleveland Clinic. Premature and Early Menopause.
NHS. Early or Premature Menopause.
Journal of Quality in Women’s Health. Artikel tentang Menopause Dini.
Kementerian Kesehatan RI. Menopause Dini.
Office on Women’s Health. Early or Premature Menopause.

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/28/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/28/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares