Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Tanda Bayi Lapar yang Wajib Mom Ketahui!

tanda bayi lapar

Menjadi orang tua memang tantangan baru bagi Mom dan Ayah, salah satu hal yang wajib menjadi perhatian Mom dan Ayah adalah pemenuhan asupan gizinya dan memastikan si Kecil tidak kekurangan asupan. Namun, dengan kondisi bayi yang belum bisa berbicara maka akan sulit untuk Mom ketahui kapan si Kecil lapar. Banyak yang beranggapan bahwa tanda bayi lapar adalah menangis.

Menangis memang menjadi salah satu tanda bayi lapar, namun tidak melulu ketika bayi menangis artinya ia lapar. Ada beberapa tanda bayi lapar lainnya yang perlu Mom ketahui supaya Mom tidak kebingungan. 

artikel banner

Oleh karenanya, simak artikel berikut ini untuk mengetahui ciri-ciri bayi lapar lainnya ya Mom.

Apa Benar Jika Bayi Menangis Artinya Lapar?

Sebelum si Kecil dapat berbicara, ia akan mengekspresikan diri melalui suara dan gerakan. Salah satu ekspresi yang paling sering ditunjukkan bayi adalah menangis. Namun, banyak dari orang tua yang kebingungan apa arti tangisan bayi tersebut dan seringkali diartikan bahwa ia sedang lapar. Hal tersebut bisa jadi benar adanya, namun tidak “selalu” ya Mom!

Selain karena lapar, bayi mungkin akan menangis jika ia sedang sakit, kolik, mengantuk, kedinginan atau kepanasan, ingin diperhatikan, sedang tumbuh gigi, hingga merasa tidak nyaman misalnya butuh ganti popok. 

Oleh karenanya, menangis saja tidak bisa dijadikan acuan bahwa si Kecil merasa lapar. Mom perlu mengetahui tanda bayi lapar lainnya, ya.

Tanda Bayi Lapar

Ketika si Kecil belum bisa berbicara, Mom tentu kebingungan bagaimana cara mengetahui si Kecil sedang lapar. Di bawah ini adalah beberapa tanda bayi lapar yang perlu Mom ketahui:

1. Memasukkan Jari ke Mulut

Memasukkan tangan atau jarinya ke mulut menjadi salah satu tanda bayi lapar. Biasanya, disertai gerakan kepalanya yang ke kanan dan ke kiri. Jika si Kecil menunjukkan isyarat seperti ini, tidak ada salahnya untuk coba menyusuinya terlebih jika memang sudah memasuki jadwal menyusu.

2. Perhatikan Gerakan Mulut

Tanda bayi lapar yang kedua yaitu bisa dilihat dari gerak gerik mulutnya yang mungil. Tak hanya memasukkan tangannya ke mulut, bayi yang sedang lapar juga biasanya menghisap jari atau kepalan tangannya. Terkadang, ia juga akan menjulurkan lidahnya. Bibir si Kecil juga kerap mengeluarkan suara mengecap seperti ingin menyusu.

3. Mengepalkan Tangannya

Ketika bayi lapar, biasanya bayi juga menunjukkannya melalui gerakan tangan. Ia akan mengepalkan tangannya di depan dada atau perut sambil melirik ke botol susu atau payudara Mom.

4. Terlihat Gelisah

Bayi yang sedang lapar akan tampak lebih gelisah. Ini bisa dilihat dari gerakan tubuhnya seperti merentangkan tangan dan kakinya, atau sesekali tubuhnya menggeliat dan menjadi lebih banyak bergerak. Seringkali gerakan tubuh menggeliat ini dibarengi dengan suara-suara merengek. Ini bisa menjadi isyarat agar Mom segera menyusuinya.

Terapkan Jadwal Menyusu Bayi Secara Teratur

Setelah mengetahui tanda bayi lapar, Mom dapat mengatur jadwal menyusui bayi secara teratur agar Mom tidak perlu bingung lagi apakah si Kecil lapar atau tidak.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadwal menyusui bayi baru lahir (0-2 bulan) dalam sehari sebaiknya sekitar 8-12 kali dengan jeda waktu 1,5-3 jam sekali. Durasi menyusui bayi baru lahir kurang lebih 10-15 menit dalam sekali menyusui dan hanya satu sisi payudara. Lalu, di sesi menyusui selanjutnya dengan durasi yang sama lakukan pada sisi payudara lainnya.

Seiring bertambahnya usia bayi, frekuensi menyusui akan lebih teratur. Mom juga sudah dapat memperkirakan di jam berapa saja bayi biasanya merasa lapar dan butuh menyusu.

Pada bayi usia 3-5 bulan biasanya akan menyusu 7-8 kali sehari dengan durasi menyusu 20-45 menit. Durasi menyusui bayi mungkin akan berkurang seiring berjalannya waktu. Hingga akhirnya ia menginjak usia MPASI yaitu 6 bulan ke atas.

Itulah pembahasan mengenai tanda bayi lapar hingga penerapan jadwal menyusui bayi. Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter spesialis anak agar Mom mendapatkan bimbingan dengan tepat.

Penulis

Penulis

Tanggal

02/19/2024

Penulis

Penulis

Tanggal

02/19/2024

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares