Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Tips Memompa ASI agar Tidak Sakit, Moms Wajib Tahu

tips memompa ASI agar tidak sakit

 

Memompa ASI menjadi bagian dari rutinitas banyak ibu menyusui, terutama bagi Moms yang ingin menyiapkan stok ASI perah atau harus kembali bekerja. Namun, proses pumping terkadang bisa terasa sakit, mulai dari puting terasa nyeri, payudara tidak nyaman, hingga muncul lecet setelah memompa. Sebenarnya, memompa ASI tidak seharusnya menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Posisi yang kurang tepat, ukuran corong pompa yang tidak sesuai, atau daya hisap yang terlalu kuat bisa menjadi beberapa penyebab pumping terasa nyeri. Oleh karena itu, penting bagi Moms mengetahui tips memompa ASI agar tidak sakit agar proses memerah ASI tetap nyaman dan berjalan dengan baik.

Baca juga: Teknik Memerah ASI Manual dengan Tangan: Cara Aman dan Efektif untuk Ibu Menyusui

Kenapa memompa ASI bisa terasa sakit?

Memompa ASI seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Beberapa hal berikut dapat menjadi penyebab pumping terasa sakit:

  1. Ukuran flange tidak sesuai
    Flange atau corong pompa perlu memiliki ukuran yang sesuai dengan ukuran puting. Jika corong terlalu kecil, puting dapat lebih banyak bergesekan dengan sisi corong sehingga menimbulkan rasa nyeri atau lecet. Sebaliknya, corong yang terlalu besar dapat menarik terlalu banyak bagian areola ke dalam corong dan membuat proses pumping terasa kurang nyaman.
  2. Daya hisap pompa terlalu tinggi
    Menggunakan daya hisap yang lebih kuat tidak selalu berarti ASI akan keluar lebih banyak. Hisapan yang terlalu tinggi justru dapat membuat puting tertarik secara berlebihan dan menyebabkan nyeri. Sebaiknya, mulai dengan daya hisap rendah atau sedang, lalu tingkatkan secara perlahan sesuai kenyamanan tubuh.
  3. Posisi puting tidak berada di tengah corong
    Saat mulai memompa, puting sebaiknya berada di tengah lubang flange. Posisi yang terlalu ke samping dapat membuat puting terus bergesekan dengan dinding corong selama pumping. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa perih, iritasi, hingga luka pada puting.
  4. Payudara terlalu penuh
    Payudara yang sangat penuh atau terasa kencang sebelum pumping dapat membuat proses memerah ASI terasa lebih tidak nyaman. Pada kondisi ini, tekanan pada payudara dapat meningkat sehingga puting dan area sekitar payudara menjadi lebih sensitif saat terkena hisapan pompa.
  5. Puting sedang sensitif atau mengalami luka
    Puting yang sedang lecet, kering, iritasi, atau mengalami luka akan lebih mudah terasa sakit ketika terkena hisapan berulang dari pompa. Karena itu, kondisi puting juga perlu diperhatikan sebelum mulai pumping.
  6. Teknik dan posisi pumping kurang tepat
    Posisi tubuh yang kurang nyaman atau teknik memompa yang dilakukan terlalu terburu-buru juga dapat membuat proses pumping terasa lebih tidak nyaman. Pastikan tubuh dalam posisi rileks dan payudara tidak tertekan selama memompa.

Tips dan cara memompa ASI agar tidak sakit

Agar proses pumping terasa lebih nyaman, Moms perlu memperhatikan beberapa hal sebelum, selama, dan setelah memompa ASI. Berikut beberapa tips yang dapat membantu mengurangi rasa sakit saat memompa ASI:

1. Pilih ukuran flange yang sesuai

Flange adalah bagian corong pompa yang ditempelkan pada payudara. Ukurannya perlu disesuaikan dengan kondisi puting masing-masing ibu. Saat digunakan, puting sebaiknya dapat bergerak bebas di dalam terowongan flange tanpa banyak bergesekan. Flange yang terlalu sempit dapat membuat puting terjepit, sedangkan ukuran yang terlalu besar dapat menarik lebih banyak bagian areola dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

2. Mulai dengan daya hisap rendah

Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah langsung menggunakan tingkat hisapan tinggi dengan harapan ASI keluar lebih banyak. Padahal, hisapan yang terlalu kuat dapat membuat pumping terasa sakit. Mulailah dari tingkat hisapan yang rendah dan tingkatkan secara bertahap sesuai kenyamanan. Saat menggunakan pompa elektrik, beberapa panduan menyarankan memulai dengan pengaturan rendah terlebih dahulu, kemudian menyesuaikannya ketika ASI mulai mengalir.

3. Pastikan posisi tubuh dan pompa nyaman

Sebelum mulai pumping, duduklah dalam posisi yang nyaman dan rileks. Pastikan payudara berada pada posisi yang tepat sehingga puting berada di tengah flange. Posisi yang kurang tepat dapat meningkatkan gesekan dan membuat puting tertarik ke satu sisi. Moms juga dapat menggunakan bra khusus pumping yang menopang corong dengan nyaman tanpa menekan payudara terlalu kuat.

4. Rangsang payudara sebelum pumping

Sebelum memasang pompa ASI, Moms dapat melakukan pijatan lembut pada payudara. Tangan yang hangat dan pijatan ringan dapat membantu lebih rileks sebelum mengeluarkan ASI. Teknik pijat lembut juga dapat digunakan saat proses memerah ASI dengan tangan. Hindari memijat payudara dengan tekanan terlalu kuat karena justru dapat meningkatkan rasa nyeri dan iritasi.

5. Jangan memaksakan pumping saat terasa sakit

Rasa sakit bukan tanda bahwa pompa bekerja lebih efektif. Jika puting terasa sangat tertarik, perih, atau bergesekan, hentikan sementara proses pumping dan periksa kembali posisi flange serta pengaturan pompa. Moms juga dapat mencoba menurunkan daya hisap atau menggunakan mode stimulasi yang lebih lembut sebelum masuk ke mode pemerahan.

6. Perhatikan kondisi payudara setelah pumping

Setelah selesai memompa, perhatikan apakah puting terlihat bengkak, berubah warna, lecet, atau terasa semakin sakit. Jika keluhan terus berulang, sebaiknya jangan hanya mengganti tingkat hisapan, tetapi evaluasi kembali ukuran flange dan teknik pumping. Peralatan pompa yang bersentuhan langsung dengan ASI juga perlu dibersihkan dengan benar setelah digunakan untuk menjaga kebersihannya.

Jangan abaikan nyeri saat pumping, kapan perlu ke dokter?

Rasa nyeri yang terus muncul setiap kali memompa sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi apabila puting mengalami luka, perdarahan, payudara sangat bengkak, terdapat area yang kemerahan dan nyeri, atau keluhan tidak membaik meskipun teknik pumping sudah diperbaiki. Pendampingan profesional dapat membantu mengevaluasi ukuran flange, posisi pompa, teknik memerah ASI, serta memeriksa kondisi payudara agar proses pumping menjadi lebih nyaman. Di KS Women and Children Clinic, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi agar mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan si Kecil. Dengan teknik yang tepat, memompa ASI dapat dilakukan dengan lebih nyaman tanpa harus menahan rasa sakit.

 

Penulis

sribulogin

Tanggal

07/31/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

07/31/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares