Proses persalinan dibagi menjadi beberapa kala yang berlangsung secara bertahap sejak munculnya tanda-tanda persalinan hingga bayi lahir dan plasenta keluar. Setiap tahapan memiliki proses serta perubahan yang berbeda pada tubuh Mom. Oleh karena itu, memahami tahapan persalinan dapat membantu Mom mengetahui apa yang mungkin terjadi selama proses melahirkan. Lantas, apa saja yang terjadi pada setiap kala persalinan dan tanda-tanda apa yang perlu Mom kenali? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Baca juga: Ini Penyebab Nyeri Persalinan yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya
Apa yang dimaksud dengan kala persalinan?

Kala persalinan adalah istilah yang digunakan untuk membagi proses persalinan berdasarkan tahapan yang dialami Mom. Setiap kala menunjukkan perkembangan persalinan yang berbeda, mulai dari pembukaan leher rahim, proses bayi lahir, hingga keluarnya plasenta. Agar lebih mudah memahami prosesnya, berikut empat kala persalinan yang perlu Mom ketahui.
1. Kala 1: proses pembukaan serviks
Kala 1 merupakan tahap paling awal dalam proses persalinan dan berlangsung sejak kontraksi persalinan mulai teratur hingga pembukaan serviks lengkap, yaitu sekitar 10 cm. Pada tahap ini, kontraksi membantu serviks menipis dan membuka secara bertahap agar bayi dapat melewati jalan lahir.
Kala 1 umumnya terbagi menjadi dua fase yaitu:
- fase laten : pembukaan serviks 0-3cm
- fase aktif : pembukaan serviks 4-10cm hingga pembukaan lengkap
Kedua fase tersebut merupakan bagian dari kala 1 dan durasinya dapat berbeda pada setiap Mom. Seiring proses persalinan berlangsung, tubuh akan menunjukkan beberapa perubahan yang menandakan serviks mulai mempersiapkan diri untuk kelahiran bayi. Beberapa tanda yang dapat muncul pada kala 1 antara lain:
- Kontraksi semakin kuat dan teratur, dengan jarak antar kontraksi yang secara bertahap semakin dekat.
- Keluar lendir bercampur darah (bloody show) akibat perubahan pada serviks menjelang persalinan.
- Ketuban pecah, yang ditandai dengan keluarnya cairan dari vagina, baik dalam jumlah banyak maupun sedikit dan terus merembes.
- Serviks mulai menipis dan membuka sebagai respons terhadap kontraksi yang semakin kuat. Kondisi ini dapat diketahui melalui pemeriksaan dalam vagina (VT) oleh dokter dan bidan untuk memeriksa kemajuan pembukaan serviks.
- Lebih sering buang air kecil (BAK) karena kepala bayi yang semakin turun dapat memberikan tekanan pada kandung kemih.
Tidak semua Mom akan mengalami tanda-tanda tersebut dengan urutan atau intensitas yang sama. Beberapa tanda juga dapat muncul secara bertahap selama proses persalinan. Oleh karena itu, penting bagi Mom untuk memperhatikan perubahan kontraksi, keluarnya cairan atau darah dari vagina, serta kondisi tubuh lainnya. Ikuti pula arahan dokter atau bidan mengenai kapan sebaiknya mulai menuju fasilitas kesehatan agar Mom dapat memperoleh penanganan yang sesuai.
2. Kala 2: proses bayi lahir
Kala 2 merupakan tahap persalinan yang dimulai setelah pembukaan serviks mencapai 10 cm atau lengkap dan berakhir ketika bayi lahir. Pada tahap ini, bayi mulai bergerak semakin turun melalui jalan lahir dengan bantuan kontraksi rahim dan dorongan mengejan. Beberapa tanda dan perubahan yang dapat Mom alami selama kala 2 meliputi:
- Kontraksi semakin kuat dan sering, biasanya terasa lebih intens dibandingkan pada kala 1. Kontraksi ini membantu mendorong bayi semakin turun menuju jalan lahir.
- Muncul dorongan kuat untuk mengejan, terutama ketika kepala bayi sudah semakin turun dan memberikan tekanan pada area panggul serta rektum.
- Tekanan pada panggul dan rektum semakin meningkat, sehingga Mom dapat merasakan sensasi seperti ingin BAB.
- Perineum atau area di antara vagina dan anus mulai menonjol karena kepala bayi semakin mendekati jalan lahir.
- Vulva dan vagina mulai meregang dan membuka untuk memberikan ruang bagi kepala dan tubuh bayi untuk keluar.
- Kepala bayi mulai terlihat dari lubang vagina saat kontraksi dan proses mengejan berlangsung. Kondisi ini dikenal sebagai crowning ketika bagian kepala bayi yang paling lebar mulai menetap terlihat di lubang vagina.
- Lendir dan darah dari vagina dapat bertambah, seiring dengan semakin terbukanya jalan lahir.
- Ketuban dapat sudah pecah atau pecah pada tahap ini, meskipun pada sebagian persalinan ketuban dapat pecah lebih awal.
- Kepala bayi semakin turun dan kemudian lahir, diikuti oleh bahu dan seluruh tubuh bayi.
Selama kala 2, Mom akan didampingi oleh dokter atau bidan untuk mengatur waktu dan cara mengejan yang tepat. Tidak perlu terburu-buru mengejan sebelum mendapatkan arahan tenaga kesehatan, karena waktu dan teknik mengejan dapat disesuaikan dengan kondisi Mom, bayi, serta perkembangan persalinan.
3. Kala 3: proses keluarnya plasenta
Setelah bayi lahir, proses persalinan belum sepenuhnya selesai karena masih ada plasenta yang perlu dikeluarkan. Tahap inilah yang disebut sebagai kala 3 persalinan. Pada kala ini, rahim kembali berkontraksi sehingga plasenta terlepas dari dinding rahim dan kemudian keluar melalui vagina. Mom mungkin masih merasakan kontraksi, tetapi biasanya tidak sekuat saat melahirkan bayi. Dokter dan tenaga kesehatan akan memastikan plasenta keluar secara lengkap dan memantau kondisi Mom, termasuk perdarahan setelah persalinan. Pemantauan ini penting untuk memastikan tidak terjadi komplikasi setelah bayi lahir.
4. Kala 4: pemantauan setelah plasenta lahir
Kala 4 merupakan tahap persalinan yang berlangsung setelah plasenta lahir. Pada tahap ini, kondisi Mom tetap dipantau oleh tenaga kesehatan untuk memastikan tubuh mulai pulih dengan baik dan tidak terjadi komplikasi, terutama perdarahan berlebihan setelah melahirkan. Setelah plasenta keluar, rahim akan terus berkontraksi untuk membantu menghentikan perdarahan dan secara bertahap kembali ke ukuran sebelum hamil. Oleh karena itu, tenaga kesehatan akan memantau beberapa kondisi, seperti tekanan darah, denyut nadi, kontraksi dan kontraksi rahim, serta jumlah darah yang keluar dari vagina.
Selain pemantauan kondisi fisik, kala 4 juga menjadi waktu bagi Mom untuk mulai beradaptasi dengan bayi setelah persalinan. Kontak kulit ke kulit dapat dilakukan dan Mom dapat mulai menyusui atau melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), sesuai dengan kondisi Mom dan bayi serta kebijakan pelayanan persalinan yang diberikan. Dengan adanya pemantauan selama kala 4, perubahan kondisi Mom setelah melahirkan dapat segera diketahui dan ditangani oleh dokter dan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Bagi Mom yang sedang mempersiapkan persalinan, pemeriksaan kehamilan secara rutin dengan dokter spesialis Obgyn di KS Women and Children Clinic dapat menjadi bagian dari persiapan tersebut. Konsultasikan kondisi kehamilan dan rencana persalinan bersama dokter untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan kondisi Mom dan Si Kecil.
Sumber referensi:
StatPearls. Normal Labor: Physiology, Evaluation, and Management. NCBI Bookshelf. Updated February 15, 2025.
Sari LM, Jayanti FD, Utama RA. Persalinan Kala I, II, III, IV. Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang; 2017.
ScienceDirect Topics. Labor Stage 2. ScienceDirect.









0 Comments