Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Posisi Tidur Bayi Baru Lahir yang Aman, Seperti Apa? Ini Panduan untuk Mom & Dad

posisi tidur bayi baru lahir

 

Melihat si Kecil tidur pulas tentunya membuat Mom & Dad merasa tenang. Namun, pada bayi baru lahir, posisi tidur tidak bisa dianggap sepele. Kemampuan si Kecil untuk menggerakkan tubuh dan mengubah posisi masih terbatas. Sehingga Mom & Dad perlu memastikan posisi tidur si Kecil nyaman dan aman. Posisi tidur yang aman membantu menjaga jalan napas tetap terbuka dan mengurangi risiko gangguan yang dapat terjadi selama si Kecil tidur. Lalu, seperti apa posisi tidur yang aman untuk bayi baru lahir? Selain posisi tubuh, keamanan tempat tidur juga perlu diperhatikan agar si Kecil dapat tidur dengan nyaman dan aman. Berikut panduan yang perlu Mom & Dad ketahui.

Baca juga: 7 Jenis Refleks pada Bayi Baru Lahir yang Normal dan Cara Mengenalinya

Bayi baru lahir sebaiknya tidur dengan posisi telentang

Menurut panduan tidur aman dari American Academy of Pediatrics (AAP), bayi baru lahir sebaiknya ditidurkan dalam posisi telentang, kecuali dokter memberikan anjuran berbeda karena kondisi medis tertentu. Posisi telentang merupakan posisi tidur yang paling aman untuk si Kecil karena dapat membantu menurunkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak. 

Posisi telentang tetap dianjurkan setiap kali bayi tidur, baik saat tidur siang maupun malam hari. Kebiasaan ini perlu diterapkan sejak bayi baru lahir dan tidak hanya ketika Mom & Dad sedang mengawasi si Kecil. Meski si Kecil mungkin terlihat lebih nyaman saat tidur menyamping atau tengkurap, kedua posisi tersebut tidak direkomendasikan sebagai posisi tidur rutin karena dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan SIDS. 

Mengapa bayi baru lahir dianjurkan tidur telentang, bukan menyamping atau tengkurap?

Anjuran untuk menidurkan bayi dalam posisi telentang mulai diterapkan secara luas setelah kampanye Back to Sleep diperkenalkan di Amerika Serikat pada 1990-an. Seiring meningkatnya kesadaran tentang pentingnya posisi tidur yang aman, angka kejadian SIDS di Amerika Serikat dilaporkan mengalami penurunan hingga lebih dari 50%. 

Sebaliknya, tidur dalam posisi tengkurap atau menyamping dapat membuat si Kecil lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan. Bayi baru lahir belum memiliki kemampuan yang cukup untuk mengubah posisi tubuh ketika wajahnya terhalang atau ketika mengalami kesulitan bernapas.  Oleh karena itu, Mom & Dad dianjurkan membiasakan si Kecil tidur telentang setiap kali tidur, baik pada siang maupun malam hari. Posisi ini tetap perlu diterapkan meskipun si Kecil sedang tidur sebentar atau tidak sedang dalam pengawasan langsung. 

Bagaimana posisi tidur bayi yang sering gumoh?

Bayi cukup sering mengalami gumoh karena sistem pencernaannya masih berkembang. Kondisi ini terkadang membuat Mom & Dad khawatir si Kecil akan tersedak jika tidur telentang setelah menyusu. Namun, gumoh bukan alasan untuk mengubah posisi tidur bayi menjadi tengkurap atau menyamping. Bayi tetap dianjurkan tidur telentang meskipun sesekali mengalami gumoh. Saluran pernapasan bayi memiliki mekanisme yang membantu melindungi jalan napas ketika terjadi gumoh. Setelah menyusu, Mom & Dad dapat menggendong si Kecil dalam posisi tegak selama beberapa saat sebelum menidurkannya kembali. Ketika waktunya tidur, letakkan si Kecil di kasur dalam posisi telentang dan hindari meninggikan posisi kepala menggunakan bantal atau benda lain.

Biasakan pola tidur yang aman sejak bayi baru lahir

Menerapkan posisi tidur bayi baru lahir yang aman sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas sejak si Kecil lahir. Tidak hanya memperhatikan posisi tubuh, Mom & Dad juga perlu memastikan tempat tidur dan lingkungan di sekitarnya mendukung keamanan si Kecil selama tidur. Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan setiap kali si Kecil tidur meliputi:

  • Selalu posisikan bayi telentang. Letakkan si Kecil dalam posisi telentang setiap kali tidur, baik pada siang maupun malam hari.
  • Gunakan kasur yang kokoh dan datar. Hindari kasur yang terlalu empuk atau permukaannya miring karena dapat membuat posisi tubuh bayi berubah dan mengganggu pernapasan.
  • Jaga area tidur tetap kosong. Jangan meletakkan bantal, boneka, selimut tebal, atau benda lunak lainnya di sekitar bayi yang dapat menutupi wajah.
  • Pastikan seprai terpasang dengan baik. Gunakan seprai yang pas dan tidak mudah terlepas atau menumpuk di sekitar tubuh si Kecil.
  • Periksa kondisi tempat tidur secara rutin. Pastikan tidak ada benda atau bagian tempat tidur yang dapat mengganggu posisi dan pernapasan bayi.

Membiasakan langkah-langkah tersebut sejak awal dapat membantu Mom & Dad menciptakan lingkungan tidur yang lebih aman bagi si Kecil. Bila bayi sering gumoh, mengalami kesulitan bernapas saat tidur, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi si Kecil. Di KS Women and Children Clinic, Mom & Dad dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak mengenai pola tidur, tumbuh kembang, serta kondisi kesehatan si Kecil. Pemeriksaan dapat membantu memastikan kebutuhan si Kecil sesuai dengan tahap pertumbuhan dan kondisinya.

Sumber Referensi:
Elvie. What is the Safest Sleep Position for a Baby?
National Library of Medicine (PMC). [Judul artikel sesuai sumber PMC]

 

Penulis

sribulogin

Tanggal

10/06/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

10/06/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares